Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 09 Mei 2018

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUSAHA KICIL/MENENGAH TIDAK MENATA KEUANGAN SESUAI STANDAR AKUNTANSI YANG BENAR



ABSTRACT
            HAIRUDIN BUGIS, Factors Affecting The Small/Medium Entrepreneurs in Not Manging The Proper Financial Accounting Standarts at Subdistrict Korumba, District Mandonga (a Research of Beginner of Lecturer at Muhammadiyah University of Kendari. LPPM research project).

            The study aims to assess the influences of subjective factors (Xn) such as : addad costs avoidance, confidentiality of business, accounting proficiency problems, and the attitude of avoinding taxes that affects small/medium entrepeneurship which does not manage their financial in accordance with proper accounting standards (Y) at subdistrict Korumba, District Mandonga, Kendari.

            The population of research is 337 small and medium entrepreneurs who reside in subdistrict Korumbawith a sample size of 35 respondents. The type of data is subjective data, regarding the characteristies of each respondent. Data colaction method used is questionnaire research method and techniques of data analysis uses SPSS 22.00.

            The research revealed that the four subjective dimensions studied (Xn) gave effect to the coefficient of determination (R2) to absence of a Financial Structuring (Y) wit the proportion of the influence of Xn to Y, that R2 is equal to 0.919 or 91.0%, which means that the independent variable (Xn) give a contribution of 91.0% on the variable (Y) of the subjevtive said, while the rest of 09.00% affected or described by other varible not included in the research model. These results indicate that the first hypothesis is accepted.

            Of the partial test of all four subjective dimendion studied (Xn), there are three factors that affect the absence of a financial Structuring (Y), it is also concluded that H1 is accepted and H0 is rejected, unless business significant correlation or influence between (Xn) against (Y). the results also indicate that the dominant accounting proficiency factor is rejected. Therefore avoiding the added cost factor is the most dominant.

Keyword : structuring Accounting, subjective factors, small and medium  entrepeneurship.
















ABSTRAK

HAIRUDIN BUGIS. Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi   Pengusaha – Kicil/Menengah Tidak Menata Keuangan Sesuai  Standar Akuntansi Yang Benar Pada Pengusaha Kecil/Menengah di Kel. Korumbah, Kec. Mandonga (Penelitian Dosen Muda Universitas Muhammadiaya Kendari. Proyek penelitian  LPPM UMK)

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh faktor-faktor subyektif (Xn) seperti : Menghindari Tambah Biaya , Kerahasiaan Usaha Yang di Jalankan, Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi, Sikap Menghindari Pajak  berpengaruh terhadap Pengusaha – Kicil/Menengah Tidak Menata Keuangan Sesuai  Standar Akuntansi Yang Benar (Y) di Kelurahan korumba. Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Populasi adalah 337 para pengusaha kecil menengah yang berdomisili di kelurahan Korumba dengan ukuran sampel 35 responden. Jenis data yang dijaring  adalah data subyektif, menyangkut karakteristik dari tiap-tiap responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner penelitian. teknik analisis data dengan menggunakan SPSS Versi 22.00

Dari hasil penelitian diketahui, keempat dimensi subyektif yang diteliti (Xn) berpengaruh secara bersama-sama dengan koefisien determinasi yang dilambangkan dengan R² terhadap tidak adanya Penataan Keuangan (Y) dengan  proporsi pengaruh antara Xn terhadap Y , bahwa R Square adalah sebesar 0.919 atau sebesar 91,0 % yang berarti variabel independen (Xn) memberikan sumbangan sebesar 91,0% terhadap variabel (Y) dari sisi subyektif. Sedangkan sisanya sebesar 09.% dipengaruhi  atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Hasil ini menunjukan bahwa hipotesa pertama diterima.

Pada uji parsial terhadap keempat dimensi subyektif yang diteliti (Xn) maka terdapat tiga factor yang berpengaruh terhadap tidak adanya Penataan Keuangan (Y), diperoleh kesimpulan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak terkecuali factor kerahasiaan usaha H1 ditolak oleh karena tidak signifikan. H1 yang diterima pada uji parsial bermakna terdapat korelasi atau pengaruh antara (Xn) terhadap (Y). Hasil menunjukan pula bahwa factor kemahiran Akuntansi yang dominan berpengaruh, ditolak. Oleh karena factor Menghindari Tambah Biaya yang paling dominan berpengaruh.
                                               
Kata kunci : Penataan Akuntansi, faktor subyektif, Usaha Kecil Menengah.










PENDAHULUAN
Dewasa ini, akuntansi telah menjadi bagian dari kehidupan bisnis dan pemerintahan. Salah satu sebab pesatnya perkembangan pengetahuan akuntansi adalah karena adanya perkembangan dunia usaha di Indonesia yang berakibat meningkatnya kebutuhan akan pertanggungjawaban keuangan. Pengetahuan akuntansi di Indonesia termasuk pengengetahuan yang relatif baru, walaupun demikian bidang pengetahuan ini memperoleh tempat terhormat. Hal ini ditunjukkan dengan masuknya akuntansi sebagai suatu bidang studi di Perguruan Tinggi, di SMK maupun di tempat- tempat kursus ataupun tempat pelatihan ketrampilan lainnya.
Kondisi perkembangan akuntansi dimaksud diatas sungguh sangat menggembirakan akan tetapi hal ini berbanding terbalik dengan suatu kondisi realitas yang terjadi disekitar kita, dimana suatu vonema yang terjadi pada masyarakat entitas bisnis Pengusaha Kecil-Menengah  sebagai salah satu pelaku bisnis di Indonesia, disamping pelaku lain yakni Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN-BUMD) dan Koperasi, adalah tidak adanya pencatatan yang baik terhadap keuangan mereka, padahal hal ini sangat penting artinya bagi pengembangan usaha mereka disamping sebagai alat ukur kepada pihak lain untuk mengetahui perkembangan usaha mereka seperti pihak Perbankan, Pemerintah, Masyarakat, karyawan dan lain-lain. ( Riyanto,1996). Hal ini dipandang sebagai suatu problem di bidang uasaha, baik barang maupun jasa,  yang perlu mendaptkan perhatian dari para pihak
Pengusaha kecil/menengah yang berdomisili di kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, terutama pengusaha yang berada disekitar Mall Mandonga adalah sebagai contoh kecil  dari pada problema tersebut, mereka tidak berkeinginan dan  menganggap tidak perlu akan pentingnya penerapan akuntansi dalam bisnis mereka, walaupun pada level yang amat sederhana, apalagi level standar yang berlaku bagi katagori Pebinis di Indonesia.
Dapat diasumsikan bahwa sikap subjektif seperti ketidakinginan tersebut muncul sebagai akibat dari mereka menghindari bermacam-macam beban seperti menghindari pajak, bertambahnya biaya, kerahasiaan uasaha yang mereka jalankan, ketidakmahiran masalah akuntansi dan sebaginya. Menurut mareka sikap ketidakinginan ini berimplikasi posotif terhadap usaha mereka. Walaupun laporan keuangan tidak semata-mata untuk perhitungan pajak ataupun lain akan tetapi dapat dianalisis untuk berbagai macam kepentingan dan kebutuhan usaha mereka.
Dari uraian latar belakang diatas maka rancangan penelitian yang kami ajukan  dengan judul FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUSAHA KICIL/MENENGAH TIDAK MENATA KEUANGAN SESUAI  STANDAR AKUNTANSI YANG BENAR.”. untuk menjadi acuan dalam penelitian ini.

A.          Rumusan Masalah 
Dari pemaparan latar belakang diatas, bahwa penerapan akuntansi atau pembukuan dalam aktifitas keuangan Pengusaha Kecil/Menengah  dapat ditentukan oleh faktor – faktor subyektif maupun obyektif. Namun karena faktor obyektif tidak diteliti atau diabaikan dalam penelitian ini. Dengan demikian penilitian ini difokuskan pada faktor subyektif yang mempengaruhi tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi yaitu : Faktor menghindari pajak, Faktor bertambahnya biaya, Faktor kerahasiaan uasaha yang mereka jalankan dan Faktor ketidakmahiran masalah akuntansi
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut :
Apakah dari keseluruhan sikap subjektif tersebut berpengaruh terhadap tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga ? ”
B.       Tujuan  Penelitian 
1.   Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama keempat variabel terhadap tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga.
2.   Untuk mengetahui lebih jauh faktor yang paling berpengaruh terhadap tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga.
3. Untuk mengetahui implikasi yang ditimbulkan dari sikap mereka terhadap usaha mereka di Kel. Korumba, Kec. Mandonga.
C.         Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis yakni sebagai bahan masukan  bagi peneliti dan akademisi dalam mengembangkan  temuan-temuan emperis selanjutnya sesuai dengan disiplin keilmuan yang dimiliki. Bagi penulis sebagai bahan pelatihan intelektual dalam mengembangkan kemampuan berpikir serta meningkatkan kompotensi keilmuan.
2.    Manfaat Praktis yakni sebagai bahan masukan dalam proses pengambilan keputusan pemerintah terutama PEMDA Kota Kendari, Para Investor, Kreditor, Pengusaha serta masyarakat luas yang memiliki perhatian maunpun berprofesi pada kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

TINJAUAN  PUSTAKA
A.          Pengertian akuntasi
a.  Menurut American Accounting Association (AAA) Accounting is the process  of identifying, measuring and communicating economic information to permit information judgment and decision by users of the information. Akuntansi adalah proses mengidentifikasi atau mengenali, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
b.  Menurut American Institute of Certified Public Accountans (AICPA) Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and in terms of money, transaction and events which are, in part at least, of financial character, and interpreting the results there of. Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat finansial dan penafsiran dan hasil-hasilnya.
B.      Siklus Akuntansi
Dalam akuntansi terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pelaporan informasi ekonomi. Definisi siklus akuntansi, yang dikemukakan Suharli (2006:49) bahwa pengertian Siklus akuntansi adalah urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal sampai akhir dimulai dari awal seperti lingkaran yang tidak akan pernah putus.”
Sedangkan pengertian siklus akuntansi menurut Syafri Harahap  (2003:16) dalam bukunya Teori Akuntansi bahwa “Proses akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini, maka diinput keproses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan.”
Kesimpulan dari kedua definisi diatas, siklus akuntansi merupakan suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.
Dalam siklus akuntansi terdapat tahap-tahap proses pengolahan data, yang saling berurutan hingga menghasilkan suatu informasi keuangan. Tahap-tahap dalam siklus akuntansi menurut Suhayati dan Anggadini (2005:16) dalam modulnya Pengantar Akuntansi I adalah sebagai berikut :
a.     Tahap Pencatatan
Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi, Pencatatan dalam jurnal (buku harian) dan Pemindahbukuan ke buku besar
b.     Tahap Pengihtisaran
Pembuatan neraca saldo (trial balance), Jurnal penyesuaian, Neraca saldo disesuaikan, Perhitungan rugi laba dan neraca, Penyusunan laporan keuangan, Jurnal penutup, Pembuatan neraca saldo penutup adan Jurnal pembalik.
C.        Laporan Keuangan
Myer dalam bukunya Financial Statement Analisis yang mengatakan laporan keuangan itu adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu berupa neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau rugi-laba. Namun, dewasa ini sudah menjadi kebiasaan bagi perusahaan untuk menambah daftar ketiga, yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (Munawir, 1992:5). Laporan keuangan pada perusahaan merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi (siklus akuntansi) yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.
Menurut Munawir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah bersifat historis dan menyeluruh sebagai suatu laporan kemajuan (progress report). Selain itu, dikatakan bahwa laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara fakta-fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accountung convention and postulate), serta pendapat pribadi (personal judgement).
Zaki Baridwan menyatakan bahwa Laporan keuangan adalah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. Kemudian, pengertian di dalam standar akuntansi keuangan, Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan dan laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti sebagai laporan arus kas), catatan, laporan keuangan lain, dan materi penjelasan yang bagian integral dari laporan keuangan.
Pada umumnya, laporan keuangan itu terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, serta laporan perubahan modal, tetapi dalam praktik keseharian sering pula diikut sertakan kelompok lain yang sifatnya membantu memperoleh penjelasan, seperti laporan sumber dan penggunaan kas atau arus kas, laporan biaya produksi, dan lain-lain. Oleh karena itu, laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat berkomunikasi dengan pihak-pihak berkepentingan dengan data keuangan perusahaan, dan karena itulah sering juga disebut sebagai language of business.
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa laporan keuangan merupakan hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari empat laporan dasar, yaitu:
  • Neraca, menunjukkan posisi keuangan yang meliputi kekayaan, kewajiban serta modal pada waktu tertentu.
  • Laporan rugi-laba, menyajikan hasil usaha perusahaan yang meliputi pendapatan dan biaya (beban) yang dikeluarkan sebagai akibat dari pencapaian tujuan dalam suatu periode tertentu.
  • Laporan perubahan modal/laba ditahan, yang memuat tentang saldo awal dan akhir laba ditahan dalam Neraca untuk menunjukkan suatu analisa perubahan besarnya laba selama jangka waktu tertentu.
  • Laporan arus kas, memperlihat aliran kas selama periode tertentu, serta memberikan informasi terhadap sumber-sumber kas serta penggunaan kas dari setiap kegiatan dalam periode yang dicakup.
Jadi, idealnya sebuah catatan laporan keuangan harus mampu mencerminkan dan memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi keuangan kinerja suatu perusahaan.

D.        Manfaat Laporan Keuangan
Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu lembaga/ badan usaha kepada pihak yang berkepentingan, baik di dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat kuantitatif yang berupa angka-angka satuan uang yang di tuangkan dalam bentuk laporan keuangan, yang berguna untuk :
a.  Perencanaan
Melalui informasi  ekonomi yang tepat, maka memenejem perusahaan dapat menyusun rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
b.  Pengendalian
Melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajemen perusahaan dapat mengontrol , menilai terhadap jalannya perusahaan.
c.   Pertanggung jawaban
Walaupun laporan keuangan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menelusuri data kulaitatif, sehingga dapat digunakan untuk bahan pertanggungjawaban manajemen, yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan pada masa-masa yang akan datang.

E.        Faktor-Faktor Subyektif  yang mempengaruhi tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi

1.    Bertambahnya biaya
Biaya merupakan objek yang diproses oleh akuntansi biaya. Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Akuntan mendefinisikan biaya (cost) sebagai sumber daya yang dikorbankan (sacrified)  atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. (Horngren, 2008)
Konsep prilaku Biaya, dikenal biaya semifariabel yakni Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel. . Kuswadi (2005)
Biaya tak langsung, berkaitan dengan obyek biaya tertentu namun tidak dapat ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara yang layak secara ekonomi (efektif-biaya). Contoh; biaya gaji supervisor., gaji tenaga administrari dan pembukuan.  Kuswadi (2005)
2.    Kerahasiaan usaha yang mereka jalankan,

            Menjaga rahasia bisnis, menyimpa informasi, dan mengurangi kesempatan kompetitor untuk berkembang adalah jurus-jurus bisnis yang jamak dilakuka untuk memperbesar usaha sendiri. Silish dan Jim , (2010)
            Melalui analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahan, orang dapat mengetahui segalah sesuatu tentang kondisi perusahan tersebut. Informasi tentang laba ditahan, biaya-biaya, perubahan modal dan lain sebagainya bisa dapat terbaca pada suatu laporan keuangan. Dengan kata lain semua rahasia dari suatu bisnis bisa dapat diperoleh melalui suatu laporan keuangan yang tersedia atau tersajikan dengan baik.

3.    Ketidakmahiran masalah akuntansi
 Pada awal perkembangannya, akuntansi dapat dikatakan sebagai kerajinan (seni) karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjakan magang pada praktisi. Akuntansi adalah seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya. Jadi kalau akuntansi dikatakan sebagai seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya. Suwardjono. (2005)
Menurut The Liang Gie (2002:3 ), keterampilan menulis adalah keterampilan dalam pembuatan huruf, angka, nama, suatu tanda bahasa apapun dengan suatu alat tulis pada suatu halaman tertentu.
Menurut Rofi’uddin dan Zuhdi (1999: 159), keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahas tulis.
4.    Sikap Menghindari pajak
Menurut Filsuf Ibnu Khaldun, orang akan berkelit dari pajak jika pemerintah menganut sistem perpajakan yang melampaui batas tata krama dan kebudayaan masyarakat tradisional. Pendapat ini tertulis dalam bukunya Muqadimah. Di situ disebutkan, mula-mula pemerintah akan memperoleh penerimaan besar dengan menerapkan pajak yang kecil. Lama-lama penetapan pajak jadi lebih besar, hingga akhirnya penerimaan yang diperoleh malah iadi lebih kecil. Celakanya, kata Khaldun, pemerintah selalu mulai melaksanakan perpajakan dengan ramah, untuk kemudian menjurus ke sikap yang sewenang-wenang. 
Di Indonesia Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan (UU No. 7/1983) sulit dikatakan keras atau ramah. Jika pemerintah memberikan penghargaan kepada pembayar pajak terbesar, barangkali pertanda pemerintah masih ramah. Sekalipun begitu,selalu saja ada orang yang berkelit dari pajak. Ini pun terjadi di mana saja di dunia. Ada cara yang disebut tax avoidance, ada tax evasion, ada pula tax saving.
 Tax avoidance: menghindar dari pajak. Langkah ini biasanya dilakukan orang jika merasa usahanya hanya sekadar kerja bakti. Gejala ini banyak terjadi di Inggris pada tahun 1970-an.
Tax saving: usaha untuk mencoba menabung pajak. Contoh paling populer dalam tax saving adalah fiskal ke luar negeri –
Tax evasion: cara wajib pajak berkelit, dengan menerobos celah-celah yang ada dalam UU. Misalnya UU tentang PPh (Pajak Penghasilan), yang terbukti banyak bolongnya. Menurut UU itu, PPh bisa dikurangi : antara lain biaya untuk mendapatkan, menagih, memelihara penghasilan. Perinciannya banyak: beli bahan, upah, gaji, bonus, gratifikasi, sampai dengan pajak bukan PPh. Sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/arsip.php (12 Agustus 1989)

F.    Penelitian terdahulu
1.   YUDHA KUSUMA, 2013. Judul penelitian  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penerapan akuntansi Akrual Pada Pemerintah”. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan survei kuesioner. Kuesioner disampaikan kepada 156 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari satuan kerja-satuan kerja di wilayah kerja KPPN Semarang I. Sebanyak 58 kuesioner kembali dan 49 kuesioner (31,41%) diisi dengan lengkap dan dapat diolah. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat penerapan akuntansi akrual pada pemerintah masih sangat rendah. Secara khusus tingkat penerapan akuntansi akrual dipengaruhi secara signifikan oleh pelatihan staf keuangan.
2.  SUSI TRISNAWATI. 2006. Judul penelitian “ Hubungan Antara Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan Efektivitas Pengendalian Biaya”.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survey yaitu metode penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, diproses kemudian dianalisis serta dibandingkan dengan teori yang ada sedangkan pengujian data diperlukan langkah-langkah yaitu pengujian data dan rancangan pengujian hipotesis. Dari hasil penelitian yang telah penulis laksanakan di lima hotel kota Tasikmalaya, perusahaan tersebut telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban dengan cukup baik, hal ini dapat diketahui berdasarkan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi. Hasil akhir pengujian yang diperoleh dari dua pusat pertanggungjawaban  pada lima hotel yang menjadi responden adalah bahwa terdapat hubungan yang  positif antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang memadai dengan efektivitas pengendalian biaya, dengan tingkat korelasi 60 % dimana pengujian yang dilakukan menggunakan Analisis Koefisien Korelasi rank Kendall
G.   Kerangka  Pikir 
            Empat  faktor penting yang dipertimbagkan dalam tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi, yang akan diteliti dengan variabel-variabel : menghindari pajak, bertambahnya biaya, kerahasiaan uasaha yang mereka jalankan, ketidakmahiran masalah akuntansi maka dikemukakan paradigma atau karangka pikir sebagai acuan dalam usulan penelitian ini. Adapun alur pikir kegiatan yang menjadi landasan prosedur kegiatan ini disajikan dalam diagram alur sebagaimana terlihat pada gambar dibawa ini :

Gambar 1 : Karangka Pikir Penelitian


 













H.           Hipotesis

            Berangkat dari tinjauan pustaka dan kerangka pikir yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini  perumusan hipotesis terdiri dari 4 hipotesis deskriptif dan 1 hipotesis asosiatif, hipotesis dimaksud sebagai berikut :
1.    Terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama antara menghindari pajak, bertambahnya biaya, kerahasiaan usaha yang mereka jalankan, ketidak mahiran masalah akuntansi terhadap tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga
2.    Terdapat pengaruh diantara empat variabel maka diduga variabel ketidak mahiran masalah akuntansi yang dominan pengaruhnya terhadap tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga
     
METODE  PENELITIAN
A.   Desain Penelitian 
Berdasarkan penjelasan pada bagian latar belakang dan pada bagian tinjauan pustaka dalam penulisan ini maka rencana penelitian ini dapat di desain sebagai berikut :
Gambar 2. : Desain Penelitian
B.     Lokasi dan Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini berlangsung di lokasi sekitar Mall Mandonga, Kel, Korumbah, Kec. Mandonga selama 60 hari dengan obyek penelitian adalah tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah

           
C.    Jenis  Penelitian

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan adalah metode survey. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan sejumlah masalah yang berkaitan dengan tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga. Metode survey lebih cepat digunakan untuk menguraikan masalah-masalah yang hangat dan aktual atau peristiwa yang terjadi pada masa yang akan datang (Furchan, 1982) dalam (Sugioni, 2010)

D.    Populasi dan Sampel 

            Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat menggambarkan keadaan populasi yang sesungguhnya atau dapat juga dikatakan sampel haruslah representatif (mewakili) populasi. Menurut Nasution (1987:115) memilih suatu jumlah tertentu untuk diselidiki dari keseluruhan populasi disebut sampling.
            Ukuran sampel yang digunakan didasarkan pada jumlah minimum ukuran sampel yang diperlukan, diperoleh dengan teknik perhitungan melalui suatu rumusan matematis, serta ukuran sampel dalam suatu penelitian akan mempengaruhi valid atau tidaknya suatu penelitian tersebut. Teori yang dikemukakan oleh Gervitz dalam bukunya “Developing New Product with TQM” yaitu responden yang dibutuhkan sebagai sampel untuk suatu kuisioner ditentukan dari populasi sebenarnya antara lain sebagai berikut :
1.   Populasi minimal adalah 30, jika ukuran sampel kurang dari 30 maka biasanya terlalu kecil untuk menggambarkan kesimpulan yang diambil.
2. Jika populasi lebih dari 500, maka sampel yang diambil berkisar antara 10 persen dari populasi.
         Karena fokus penelitian ini pada faktor subyektif yang mempengaruhi tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga maka populasi dalam penelitian ini dilihat  sesuai keberadaan data untuk  setiap fariabel pada faktor subyetif  tersebut yaitu :
Populasi pedagang Kecil Menengah yang berdomisli di Kelurahan Korumba lebih dari 30 Pengusaha dan kurang dari 500 pengusaha maka sesuai dengan teori diatas, ukuran sampel yang ditetapkan sebayak 35 responden

E.     Metode Pengumpulan Data 
            Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dengan cara Kuesioner, cara ini digunakan untuk menjaring jawaban tertulis tentang pertanyaan  maupun pernyataan   yang terkait indikator-indikator dari dari empat variabel penelitian ini.
           
F.     Variabel  Penelitian 
            Secara operasional penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau memperoleh informasi tentang tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi dan variabel – variabel yang mempengaruhinya. Secara rinci variabel terikat  (Y) adalah tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi, variabel bebas (X)  yang di duga mempengaruhi variabel terikat (Y) adalah  : Faktor Menghindari tambahan biaya (X1), Faktor kerahasiaan uasaha (X2), ketidakmahiran akuntansi (X3), Faktor Menghindari Pajak (X4)






                       
G.    Devenisi Operasional
            Untuk mencapai keseragaman pemahaman atas beberapa istilah  dalam penelitan ini, maka perlu diuraikan istilah-istilah pada bagian devenisi operasional ini:
1.   Menghindari Bertambahnya biaya, pada penelitian ini adalah suatu sikap dari para pengusaha Kecil Menengah untuk menghindari cost  lain seperti gaji karyawan pembukuan ataupun sarana-prasarana keuangan, serta cost atas jasa audit
2.   Kerahasiaan usaha yang mereka jalankan, pada penelitian adalah suatu sikap dari para pengusaha Kecil Menegah untuk merahasiakan tingkat perputaran ataupun laba yang mereka capai kepada pihak-pihak lain
3.   Ketidakmahiran masalah akuntansi, pada penelitian adalah kurang ataupun tidak adanya penguasaan ilmu akuntansi oleh para pengusaha Kecil menegah di lokasi penelitian
4.   Menghindari pajak,  pada penelitian adalah suatu sikap keenggangan para Pengusaha Kecil Menengah  untuk menghitung pajak (PPn) atas usaha yang mereka jalankan
H.    Teknik Analisis Data
            Rumusan hipotesis menunjukkan pada penellitian korelatif, serta data untuk variabel dependen berskala interval dan variabel independen berskala ordinal maka teknik analisis data yang digunaka untuk menganalsis tingkat signifikansi korelasi diantara masing-masing variabel independen adalah model statestik regresi berganda empat predictor. Data dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan SPSS V.22
            Hasil analisis regresi terhadap data hasil observasi atau antara penetapan lokasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Faktor Subyektif). Adapun persamaan yang digunakan dalam analisis regresi berganda enem predictor (Sugiono, 2010) adalah :
          Y = α + β1 X1 +  β2 X2 +  β3 X3 +  β4 X4 +
          Dimana :
            Y       =    tidak adanya penetaan keuangan sesuai standar akuntansi
            α        =    intercept/constant
            β        =    slope/konstanta
            X1      =    bertambahnya biaya
            X2      =    kerahasiaan uasaha,
            X3      =    ketidakmahiran akuntansi
            X4      =    Menghindari Pajak
                     =    Faktor kesalahan.

1.       Metode Analisis Data.
           Ananlisis regresi terhadap data yang sudah di tabulasi dengan menggunakan rumus Korelasi Ganda 4 prediktor (Sugiono,2010) sebgai berikut :

                                           b1 x1y + b2 x2y + b3 x3y + b4 x4y      
            Ry (1…6)    =
  y2

          Uji signifikansi koefesien korelasi ganda, jika Fh > Ft  maka koefesien korelasi ganda yang diuji signifikan, yaitu dapat diberlakukan ke populasi dengan taraf kesalahan 5% maupun 1%, atau sebaliknya, dengan rumus (Sugiono,2010) sebgai berikut :

                     R2 (N – m – 1)         
            F =                               
                        m(1 – R2)   

                        m = Jumlah Variabel     

      
Setelah model penelitian memenuhi asumsi-asumsi yang mendasarinya, maka selanjutnya adalah menguji hipotesis penilitian

2.         Pengujian Hipotesis
Pada penelitian ini hipotesis statistik dipergunakan dengan bentuk hipotesis deskriptif dan asosiatif. Terdapat empat hipotesis deskriptif yang perlu diuji dengan menggunakan alat tenik statistic parametris yaitu korelasi produk moment dengan rumus (Sugiono, 2010) sebagai berikut :
[
                                                 xy                           
                        rxy       =
                                             ∑ x2 y2

Dimana :

rxy        = Korelasi antara variabel x dengan y
x          = ( xi  -  x  )
y          = ( yi  -  y  )

          Rumus ini digunakan untuk melihat korelasi antara tiap-tiap variabel independen (Xn) dengan variabel dependen (Y), perhitungan akan dibantu dengan tabel penolong untuk tiap-tiap variabel independen, kemudian dirangkumkan hasil pengujian dalam satu tabel Hipotesis asosiatif.
            Untuk menguji signifikansi hubungan yaitu hubungan yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi maka perlu diuji signifikansi dengan rumus (Sugiono, 2010) sebagai berikut :
                                   r   n - 2
                        t   =  
                                  1 – r2
          Uji signifikansi korelasi produk moment dapat dikonsultsikan pada tabel r produk moment dengan pedoman interprestasi koefesien korelasi adalah : 0,00-0,199 = sangat kuat, 0,20-0,399 =  kuat, 0,40-0,599 = sedang, 0,60-0,799 = rendah dan 0,80-1,00 =. sangat rendah        

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.

A.   GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Secara pemerintahan di kelurahan  korumba kecamatan mandonga kota kendari berada ditengah-tengah pusat kota kendari yang juga merupakan sentral kegiatan ekonomi disamping tentunya kegiatan pemerintahan, pemukiman, pendidikan, perkantoran, pertokoan  dan  fasilitas  umum  lainnya. hal ini disebabkan karena sebagian besar sarana-sarana tersebut terletak di kelurahan korumba.
Secara administrasi kelurahan korumba terdiri dari 10 RW Dan 27 RT dengan komposisi masyarakat yang heterogen dengan mata pencaharian sebagai PNS, TNI, Polri, Wiraswasta, Buruh Pabrik, Jasa, Pedagang  dan  Pensiunan

1.         GEOGRAFIS
            Letak Wilayah :  Secara monografi Kelurahan Korumba Mempunyai Luas Wilayah  ± 266.179 Ha. (2.661.790 M²). Seluruh  kawasan  kelurahan  korumba  merupakan  daerah  dataran   Letak Kelurahan Korumba berbatasan dengan :
Ø  Sebelah Utara       :     Berbatasan  Dengan  Kelurahan  Lahundape  dan  Kemaraya  Kecamatan                  Kendari  Barat
Ø  Sebelah Selatan    :     Berbatasan  Dengan  Kelurahan  Bende  Kecamatan  Kadia
Ø  Sebalah Barat       :     Berbatasan  Dengan  Kelurahan  Mandonga
Ø  Sebalah Timur      :     Berbatasan  Dengan  Kelurahan Lalolara  Kecamatan  Kambu

-    Wilayah RW Yang Terluas : RW 02
-    Wilayah RW Yg Tersempit : RW 08







Gambar 3. Peta Lokasi Penelitian




 








2.     DEMOGRAFI
a.    Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk kelurahan korumba berjumlah 9097 jiwa terdiri dari 4592 Laki-Laki Dan 4505 Perempuan. Jumlah KK 2346, Dan RT yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah  RT 16, Sedangkan RT yang penduduknya paling sedikit adalah  RT 13. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur :
Ø  Kelompok Usia Yang Penduduknya Paling Banyak :   17 – 55 Tahun
Ø  Kelompok Usia Yang Penduduknya Paling Sedang :    10 – 16 Tahun
Ø  Kelompok Usia Yang Penduduknya Paling Sedikit  :    56 Tahun Keatas.

b.  Sarana  Perekonomian
Sarana Perekonomian yang ada di Kelurahan Korumba berdasarkan Publikasi data BPS.




Table 1. Jumlah Sarana Perekonomian di Kel. Korimba.
 
 
           
Pengusaha kecil dan menengah yang ditetapkan sebagai populasi dalam penelitian ini berdomisili di RW. 9 dan RW 8. di Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Mereka beralokasi di beberapa tempat, mayoritas pedagang ini beralokasi disekitar pusat perbelanjaan, Moll Mandonga dan sebagian berlokasi di sepanjang Jalan Lasandara Kelurahan Korumba.
            Jenis usaha yang digeluti dari masing-masing pedagang ini sanagt bervariasi. Diantara varian jenis usaha yang dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada table identivikasi karakteristik responden di bawah ini :
Table 2. Karakteristik Responden (Pengusaha)
 


B.   HASIL PENELITIAN
Empat variabel menjadi pokok perhatian dalam penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengusaha kicil/menengah tidak menata keuangan sesuai  standar akuntansi yang benar, telah berlagsung dengan bukti pengumpulan data dari sampel dimana populasi penelitian berada. Data yang relevan dalam penelitian ini telah dinyatakan dalam tabulasi skor dilokasi penelitian, Data dimaksud meluputi data tentang  Faktor menghindari tambahan biaya (X1), Faktor kerahasiaan  usaha (X2), Faktor tidak mahir akuntansi (X3), Faktor menghindari pajak (X4), serta variable Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi (Y). data tersebut telah ditabulasi kembali dalam bentuk angka sebagaimana terlihat dibawah ini.
Tabel : 3
Data penelitian tentang lima variabel dependen dan satu variabel independen
No
X1
X2
X3
X4
Y
1
2
3
4
5
8
1
133
131
137
133
150
2
99
137
143
121
147
3
95
87
141
115
151
4
105
104
101
91
148




Dari data yang tertera pada tabel  penolong diatas maka dapat dirangkum hasil anlisis penjumlahan dari setiap skor lima variabel dalam penelitian ini, Selanjutnya proses analisis data dari lima variabel dengan menggukan program SPSS.Versi 22. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan dalam pembahasan selanjutnya


1.  Uji Realibilitas
Penelitian ini menggunakan internal consistency method karena model ini hanya memerlukan satu kali pengujian saja dan masalah-masalah yang timbul akibat pengujian realibilitas, pemecahannya dengan menggunakan rumus Alfa Cronback, adapun rumus pengujian reliabilitas dengan teknik Alfa Crobanch dilakukan untuk jenis data interval/essay.
2.                 Dari data yang tertera pada tabel  penolong maka dapat dilakukan pengujian reabilitas hasil penjumlahan dari setiap skor  empat viriabel  dalam penelitian ini, analisis pengujian realibitas empat variabel dengan menggukan program SPSS.Versi 22.. hasil analisis tersebut sebagaimana terlihat pada tabel ringkasan dibawah ini :      
3.                  
TABEL  : 4
Hasil Uji  Coba  (Uji Reabilitas)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.971
.977
5

            Pada table diatas dapat kita ketahui hasil analisis nilai alpha sebesar 0,971. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan niali r table dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 20 maka di dapat r table = 0.444. oleh karena itu nilai r = 0.971 > r table =0.444. maka disimpulkan bahwa item-item tersebut reabel.dan dapat di lanjutkan pada penelitian ini


2.         Metode Analisis
     Berikut adalah analsis data penelitian dengan menggunakan analisis regresi berganda terhadap variabel-variabel guna mengetahui pengaruh secara bersama-sama dari semua variabel independen terhadap variabel dependen.
Dari data yang tertera pada tabel  penolong maka dapat dirangkum hasil penjumlahan dari setiap skor kelima variabel dalam penelitian ini, Selanjutnya Output analisis data dari kelima variabel dengan menggukan program SPSS.Versi 22. Dapat  lihat pada tabel ringkasan dibawah ini :       


Tabel 5 : Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Change Statistics
R Square Change
F Change
df1
df2
Sig. F Change
1
.959a
0.919
0.909
.84643
.919
85.658
4
30
0.000
a. Predictors: (Constant), X1, X2, 31, X4
b. Dependent Variable: Y

 
 






45
            Dari hasil perhitungan regresi diketahui, bahwa kelima  variabel  koefisien detirminasi dilambangkan dengan R² merupakan proporsi hubungan antara Y dengan Xn dan diperoleh bahwa R Square adalah sebesar 0.919 atau sebesar 91.0% yang berarti variabel independen keempat dimensi tersebut  memberikan sumbangan sebesar 91.0% terhadap variabel dependen yakni Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi . Sedangkan sisanya sebesar 9.0% dipengaruhi  atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.
Hal diatas simertis dengan teori Filsuf Ibnu Khaldun tentang wajib pajak bersikap menghindari, teori dari Kuswadi tentang Biaya tak langsung, teori dari Silish dan Jim tentang menjaga dan menyimpan rahasian bisnis serta teori dari Suwardjono tentang Akuntansi adalah seni mencatat. Selanjutnya analisis hasil pengujian hipotesis dalam peneltian ini sebagaimana tertera dibawah ini.

3.         Uji  Hipotesis
Pada penelitian ini hipotesis statistik dipergunakan dengan bentuk hipotesis deskriptif. Terdapat empat hipotesis deskriptif yang perlu diuji dengan menggunakan alat tenik statistic parametris. Proses analsis akan dibantu dengan Program Tools pada kumputer yaitu SPSS. Versi 22. 
          Analisis ini digunakan untuk melihat korelasi antara tiap-tiap variabel independen (Xn) dengan variabel depende (Y), perhitungan akan dibantu dengan tabel penolong untuk tiap-tiap variabel independen, kemudian dirangkumkan hasil pengujian dalam satu tabel Hipotesis deskreptif..   Untuk menjelaskan ditolak atau diterimanya hipotesis maka berlaku hipotesisi statistik sebagai berikut :
Ho  :  µ  = o (tidak ada pengaruh)
Ha    :  µ     o  (ada pengaruh)
            Berikut adalah hasil dari pengujian hepotesis dari tiap-tiap variabel penelitian atas data yang telah diolah  dari serangkaian penelitian yang telah dilakukan :
Tabel 6 : Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
8.083
.830

9.739
0.000


X1
0.746
.163
1.017
4.588
0.000
.055
18.305
X2
0.078
.205
.116
.379
0.707
.029
35.049
X3
0.409
.171
.547
2.390
0.023
.051
19.512
X4
0.562
.241
.727
2.334
0.026
.028
36.128
a. Dependent Variable: Y

C.   PEMBAHASAN
Hasil pengolahan data yang terangkum pada tabel-tabel diatas selanjutnya dapat di bahas untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen, yang kemudian akan dihubungkan dengan teori ataupun hipotesis yang disusun.
  1. Menghindari Tambah Biaya
Rekap tabel uji hipotesis diatas menunjukan Korelasi antara Menghindari Tambah Biaya (X1) terhadap  Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi ditemukan sangat signifikan. Koefesien korelasi yang ditemukan sebesar 0.000, termasuk kategori pengaruh positif signifikan . hal ini menunjukan H1 diterima dan Ho. ditolak, dan didukung nilai koefesien beta (B = 0.746) yang positif pada tabel di atas. Ini berarti gaji karyawan bagian keuangan dan tenaga akuntansi  akan dapat mempengaruhi Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba . kesimpulan ini dapat digeneralisasikan ke populasi dimana sampel berada.
Hipotesisi X1 adalah “ Terdapat pengaruh signifikan antara Menghindari Tambah Biaya  terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha kecil/menengah di kelurahan Korumba ”.
Hipotesis X1 sejalan dengan teori yang dikemukakan Hongren maupun Kuswadi bahwa suatu Biaya tak langsung, berkaitan dengan obyek biaya tertentu namun tidak dapat ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara yang layak secara ekonomi (efektif-biaya). Contoh; biaya gaji supervisor., gaji tenaga administrari dan pembukuan.

  1. Kerahasiaan Usaha Yang di Jalankan
      Rekap tabel uji hipotesis diatas menunjukan tidak Korelasi antara Kerahasiaan Usaha Yang di Jalankan (X2) terhadap  Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi ditemukan tidak signifikan. Koefesien korelasi yang ditemukan sebesar 0.707, termasuk kategori pengaruh negetif tidak signifikan . hal ini menunjukan H1 ditolak dan Ho. diterima. dan didukung nilai koefesien beta (B = 0.078) yang sangat kecil pada tabel di atas Ini berarti Kerahasiaan Usaha Yang di Jalankan tidak dapat mempengaruhi Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba. kesimpulan ini dapat digeneralisasikan ke populasi dimana sampel berada.

  1. Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi
Rekap tabel uji hipotesis diatas menunjukan Korelasi antara Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi (X3) terhadap  Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi ditemukan sangat signifikan. Koefesien korelasi yang ditemukan sebesar 0.023, termasuk kategori pengaruh positif , hal ini menunjukan H1 diterima dan Ho. ditolak. dan didukung nilai koefesien beta (B = 0.409) yang  positif pada tabel di atas Ini berarti Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi mempengaruhi Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba . kesimpulan ini dapat digeneralisasikan ke populasi dimana sampel berada.
Hipotesisi X3 adalah “ Terdapat pengaruh positif  antara Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba”.
Hipotesis X3 sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh The Liang Gie yang mengatakan keterampilan menulis adalah keterampilan dalam pembuatan huruf, angka, nama, suatu tanda bahasa apapun dengan suatu alat tulis pada suatu halaman tertentu.  Menurut Suwardjono mengatakan Akuntansi adalah seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya.

d.    Sikap Menghindari Pajak
Rekap Tabel uji hipotesis diatas menunjukan Korelasi antara Sikap Menghindari Pajak  (X4) terhadap  Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi ditemukan sangat signifikan. Koefesien korelasi yang ditemukan sebesar 0.026, termasuk kategori pengaruh positif sangat signifikan . hal ini menunjukan H1 diterima dan Ho. ditolak. dan didukung nilai koefesien beta (B = 0.562) yang positif pada tabel di atas. Ini berarti Sikap Menghindari Pajak  akan dapat mempengaruhi Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba. kesimpulan ini dapat digeneralisasikan ke populasi dimana sampel berada.
Hipotesisi X4 adalah “Terdapat pengaruh positif dan signifikan  antara Sikap Menghindari Pajak  terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba ”.
Hipotesis X4 sejalan dengan pandangan Menurut Filsuf Ibnu Khaldun, orang akan berkelit dari pajak jika pemerintah menganut sistem perpajakan yang melampaui batas tata krama dan kebudayaan masyarakat tradisional. . Ada cara yang disebut tax avoidance, ada tax evasion, ada pula tax saving.
 Tax avoidance: menghindar dari pajak. Langkah ini biasanya dilakukan orang jika merasa usahanya hanya sekadar kerja bakti. Gejala ini banyak terjadi di Inggris pada tahun 1970-an.
Tax saving: usaha untuk mencoba menabung pajak. Contoh paling populer dalam tax saving adalah fiskal ke luar negeri –
Tax evasion: cara wajib pajak berkelit, dengan menerobos celah-celah yang ada dalam UU. Misalnya UU tentang PPh (Pajak Penghasilan), yang terbukti banyak bolongnya. Menurut UU itu, PPh bisa dikurangi : antara lain biaya untuk mendapatkan, menagih, memelihara penghasilan. Perinciannya banyak: beli bahan, upah, gaji, bonus, gratifikasi, sampai dengan pajak bukan PPh
            Uji signifikansi atas empat dimensi dalam penelitian ini memperilhatkan pengaruh yang signifikan, dimana terdapat tiga dimensi yang memiliki pengaruh yang signifikan tinggi terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba ”.  yaitu sikap Menghindari Tambah Biaya (yang paling dominan),  disusul sikap Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi dan Sikap Menghindari Pajak. Sementara tersisa satu dimensi yang tidak signifikan yaitu Kerahasiaan Usaha, ini dapat dipahami bahwa informasi atas pekembangan kinerja keuangan suatu usaha tidak hanya dibutuhkan oleh pihak luar akan tetapi sangat penting untuk mereka para pengusaha itu sendiri dalam rangka pengambilan keputusan bisnis. Sehingga ketika pilihan antara : merahasiakan keuangan perusahan dengan cara meniadakan pencatatan akuntansi sebagai satu hipotesa dalam penelitian ini,  ataukah penyajian informasi kinerja keuangan yang akuntabel lewat laporan keuangan untuk alternativ pengambilan keputusan, lebih di prioritaskkan ?. Bagi pengusaha kecil Menengah di Kec. Korumba, mereka lebih berharap tersedianya informasi keuangan yang akuntabel untuk kemajuan usaha mereka, sikap ini menjadi titik balik atau antitesa terhadap hipotesa atau dugaan bahwa Kerahasiaan Usaha berpengaruh terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi. Sikap ini lebih membenarkan teori tentang pihak-pihak yang paling berkepentingan terhadap suatu laporan keuangan, dan pandangan bahwa laporan keuangan adalah matanya para meneger atau pengusaha.
            Dari hasil perhitungan regresi diketahui, bahwa keempat  variabel  koefisien detirminasi dilambangkan dengan R² merupakan proporsi hubungan antara Y dengan Xn dan diperoleh bahwa R Square adalah sebesar 0.919 atau sebesar 91.0% yang berarti variabel independen keempat dimensi tersebut  memberikan sumbangan sebesar 91.0% terhadap variabel dependen yakni Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi . Sedangkan sisanya sebesar 9.0% dipengaruhi  atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.
Hal diatas simertis dengan teori Filsuf Ibnu Khaldun tentang wajib pajak bersikap menghindari, teori dari Kuswadi tentang Biaya tak langsung, teori dari Silish dan Jim tentang menjaga dan menyimpan rahasian bisnis serta teori dari Suwardjono tentang Akuntansi adalah seni mencatat.
Hasil analisis regresi ini menegaskan bahwa keempat dimensi yang dimasukkan kedalam penelitian ini sebagai faktor subyektif secara bersama-sama mempengaruhi Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba, yang berarti signifikan dimana hipotesis bahwa “Diduga terdapat pengaruh secara bersama-sama antara empat variabel secara silmultan terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba “. diterima, oleh karena dapat dibuktikan melalui penelitian ini.

KESIMPULAN DAN SARAN
A.             KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan dari data yang terkumpul dalam  penelitian ini maka dapat ditarik beberapa kesimpulan untuk menjawab permasalahan utama penelitian adalah sebagai berikut :
1.     Bahwa tidak semua variabel atau dimensi dalam penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di Kec Korumba. Adapun Variabel-variabel berpengaruh secara persial yang ditemukan yaitu : Sikap Menghindari Tambah Biaya (yang paling dominan) berpengaruh sangat positif signifikan, sikap Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi berpengaruh positif signifikan dan  Sikap Menghindari Pajak berpengaruh positif signifikan. Sementara tersisa satu dimensi yaitu Kerahasiaan Usaha yang tidak berpengaruh signifikan. Hal ini berarti hipotesis tentang variabel : Ketidak Mahiran Masalah Akuntansi yang dominan pengaruhnya terhadap “Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga,Ditolak”.
2.     Bahwa berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap data yang tersedia dengan model  analisis regresi ganda empat prediktor, maka diketahui bahwa  terdapat  pengaruh secara bersama-sama  dan signifikan dari dimensi atau variabel ini terhadap Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha Kecil/Menengah di Kel, Korumbah, Kec. Mandonga.

B.   SARAN.
Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini maka saya selaku peneliti/ penulis memberikan saran kepada pihak-pihak :
1.    Pemerintah Daerah Kota Kendari senantiasa membina para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. Wujud pembinaan seperti pemerintah memfasilitasi pelatihan pengelolaan keuangan yang benar, meningkatkan kesadaran membayar pajak sehingga  tumbuhnya kesadaran para pengusaha untuk membayar pajak sebagai wujud partisipasi mereka.
2.    Kepada para peneliti atau akademisi yang ingin mengkaji lebih jauh tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi Tidak adanya penataan keuangan sesuai standar akuntansi pada pengusaha di waktu-waktu yang akan datang , maka disarankan untuk melanjutkan penelitiannya pada faktor obyektif, terutama hal-hal yang bersifat manajerial.
3.    Kepada rekan-rekan dosen pada lingkungan Universitas Muhammadiya, terutama Dosen pada Fakultas Ekonomi UMK agar memproyeksikan kegiatan terkait pelatihan Akuntansi kepada Pengusaha Kecil Menengah di Kota Kendari sebaigai salah satu wujud Catur Darma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Amrin, Abdullah. 2009. Bisnis, Ekonomi, Asuransi, dan Keuangan Syariah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Getut, Pramesti. Applikasi SPSS 15.0 Dalam Model Linier Statistik. Penerbit Alex Media Kompotindo. 2007

Kuswadi, 2005, Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan akuntansi Biaya, (Kompotinda)

Silish Agung dan Jim Macnamara,2010 Strategi Public Raletions (Gramedia)

Subramanyam, K,R., John, J., Wild. Financial Statement Analysis. Fersi Indonesia. Penerbit Salemba Empat 2008

Sugiono, Arief dan Untung Edy. 2008. Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Alfabet 2008.

Sugiyono. Statistik Untuk Penelitian. Penerbit Alfabet 2010.

Sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/arsip.php (12 Agustus 1989)

Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan (BPFE Yogyakarta